Bandarqq – Judi merupakan perbuatan tercela yang dilarang oleh agama manapun dan oleh negara. Khusus di Indonesia, judi bahkan digolongkan kedalam tindak pidana dimana terdapat hukuman khusus atas tindakan perjudian. Aturan dan Undang-undangnya dibuat secara khusus dalam sebuah pasal.

Negara dan agama melarang setiap tindakan yang mengandung unsur perjudian. Pelarangan tersebut bukan tanpa alasan. Banyak terjadi kasus dan peristiwa akibat adanya perjudian. Dengan adanya pelarangan perjudian, maka beberapa nilai kehidupan dapat dipertahankan. Apasajakah itu? Berikut uraiannya.

Ketaatan

Pelarangan judi diterapkan untuk masyarakat agar mereka selamat dari berbagai masalah. Jika pelarangan ini tidak diadakan, maka nilai ketaatan akan semakin berkurang bahkan tidak ditanamkan dalam diri seseorang. Ia yang melakukan perjudian merupakan orang yang tidak taat terhadap hukum negara dan agama.

Padahal, keduanya merupakan dasar yang mengatur kehidupan mereka. Namun, aturan yang dibuat tidak ditaati. Lebih dari itu, orang tua dan keluarga mereka pastinya akan mendidik mereka agar menjauhi perjudian. Namun, hal tersebut tidak mereka taati dan hanya menuruti nafsu mereka yang ingin mendapatkan uang dengan cara yang instan.

Dengan adanya pelarangan judi, maka nilai ketaatan tersebut bisa lebih dipertahankan. Terlepas dari dilaksanakan atau tidak, pelarangan ini bisa membuat seseorang lebih taat. Nilai ini, bisa lebih dipertahankan jika perjudian tersebut dilarang secara tegas dengan dasar hukum yang jelas. Untuk itu, pelarangan ini perlu diperluas dan dipertegas untuk mempertahankan ketaatan.

Kekeluargaan

Orang yang berjudi biasanya tidak terlalu mempedulikan keluarga atau orang disekitarnya. Mereka akan cenderung tidak memiliki nilai kekeluargaan dalam dirinya. Untuk itu, pelarangan perjudian bandarqq diadakan agar rasa kekeluargaan seseorang bisa lebih dipertahankan. Minimal mereka lebih peduli dengan keluarganya.

Selain itu, pelarangan judi dibuat agar seseorang bisa lebih menghargai satu sama lain terutama dalam hal berpendapat dan diskusi. Kedua hal tersebut merupakan sifat yang tertanam dari nilai kekeluargaan. Jadi, pelarangan tersebut tidak dibuat untuk kepentingan orang-orang tertentu saja. Akan tetapi untuk mensejahterakan masyarakat.

Nilai Moral Dalam Diri

Moral merupakan hal terpenting dalam diri seseorang. Orang yang berjudi menjadi pertanda bahwa moralnya sudah mulai rusak. Jika sudah seperti ini, maka masalah lain terutama yang bersangkutan dengan kriminalitas akan lebih mudah terjadi di tengah masyarakat. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi dan pasti terjadi jika judi tidak dilarang.

Faktanya pelarangan judi dapat meminimalisir rusaknya moral masyarakat. Mereka bisa hidup dengan lebih teratur dan juga terarah. Mereka tidak akan terlalu fokus dengan egoisme mereka masing-masing yang ingin mendapatkan harta dari cara yang kurang baik. Tentunya, karakter mereka pun dapat terbentuk dengan lebih baik jika moralnya sendiri sudah baik.

Orang yang sudah ketagihan berjudi bandarqq biasanya cenderung memiliki karakter yang kurang baik seperti malas, tergesa-gesa, kurang peka dan lain sebagainya. Sifat tersebut dapat menjadi akar dari masalah lain terutama dalam urusan rumah tangga. Banyak kasus perceraian suami istri dikarenakan salah satunya merupakan pecandu judi dan dalam dirinya tertanam sifat-sifat tersebut.

Kebijaksanaan

Pelarangan judi yang diterapkan di tengah masyarakat dapat membuat nilai kebijaksanaan dapat dipertahankan. Orang yang berjudi merupakan orang yang kurang bijaksana dalam menyikapi kehidupan. Biasanya faktor ekonomi mempengaruhi kehidupan seseorang. Jika ia kurang bijaksana dalam menyikapinya, mungkin saja judi menjadi pelariannya.

Jika pelarangan ini tidak diterapkan maka beberapa orang bisa saja akan mencari cara instan seperti berjudi ini untuk mengatasi permasalahan yang ada dihadapannya. Sebab, mereka nantinya tidak akan melakukan hal yang dilarang tersebut karena negara mengatur dan melarang perbuatan tersebut.

Pemerintah sudah mempertimbangkan pembuatan pelarangan judi ini termasuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Setelah dibuat, tinggal bagaimana masyarakat menyikapi dan mentaati peraturan tersebut. Harapan pemerintah dengan adanya larangan ini perjudian bisa lebih diberantas dan masyarakat bisa lebih bijaksana dalam menyikapi kehidupan.

Nilai Religius

Orang yang sudah kecanduan berjudi tentunya sudah tidak menanamkan nilai spiritual atau religius dalam dirinya. Jika ia taat akan agama, maka ia sama sekali tidak akan menyentuh perbuatan yang berhubungan dengan judi. Bahkan ia cenderung ikut memberantas berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan judi.

Agama dan negara membuat pelarangan judi agar nilai religius dan spiritual bisa lebih dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam dirinya. Hidupnya bisa lebih teratur dan tertata dengan baik dan tidak berlawanan dengan hukum agama dan hukum negara. Tujuan dari pelarangan tersebut tidak lain agar kehidupan masyarakat lebih baik dan teratur.

Tanpa mementingkan nilai ini, maka masyarakat akan hidup dengn seenaknya tanpa memperhatikan aturan dan keadaan di sekelilingnya. Akibat dan resiko perjudian bisa lebih cepat mereka rasakan jika tidak ada pelarangan tersebut. Untuk itu, patuhi pelarangan tersebut untuk menanamkan nilai religius dalam diri.

Demikianlah beberapa nilai yang bisa dipertahankan dengan adanya pelarangan dalam perjudian. Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika judi tidak dilarang oleh agama dan negara. Mungkin kasus perceraian, pembunuhan dan pencurian akan semakin marak tanpa mengenal waktu dan tempat akibat mereka ingin menghalalkan berbagai cara.

Kasus tersebut merupakan kasus yang biasa terjadi akibat perjudian. Untuk itu, pelarangan judi sangat perlu dibuat agar nilai-nilai kehidupan bisa lebih dipertahankan dan bahkan diperbaiki. Tinggal bagaimana niat dan keinginan dalam diri masyarakat untuk menanamkan dan mentaati setiap aturan dan larangan tersebut. Tujuannya tidak lain untuk membuat tatanan hidup masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *